Bergerak agar puasa lebih mudah
Jalan kaki membuat puasa lebih ringan; angkat beban menjaga agar yang hilang bukan otot.
Poin utama
- Olahraga aerobik ringan (jalan kaki, bersepeda santai, “zona 2”) terutama membakar lemak dan langsung menurunkan lapar. Jalan kaki 10–20 menit adalah senjata terbaik melawan ngidam.
- Latihan beban 2–3× seminggu memberi sinyal pada tubuh untuk mempertahankan otot saat lemak berkurang. Tanpanya, hingga seperempat berat yang hilang bisa berupa massa otot.
- Berolahraga saat puasa tidak masalah untuk intensitas rendah hingga sedang. Simpan sesi berat untuk jendela makanmu, terutama di awal.
- Makan cukup protein saat kamu makan: kira-kira 1,2–1,6 g per kg berat badan per hari, dibagi ke seluruh waktu makanmu.
- Pada puasa lebih dari 24 jam, jaga olahraga tetap ringan — jalan kaki, mobilitas, latihan kekuatan ringan — dan berhenti jika merasa mau pingsan.
Broom et al., Am J Physiol 2009; Vieira et al., Br J Nutr 2016; Weiss et al., Am J Clin Nutr 2017; Morton et al., Br J Sports Med 2018.
Hunger Wave menyediakan informasi edukatif umum berdasarkan riset yang dipublikasikan. Ini bukan nasihat medis dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Hentikan puasa dan cari bantuan jika kamu merasa tidak enak badan.
← Unduh aplikasi